Showing posts with label DSLR. Show all posts
Showing posts with label DSLR. Show all posts

Sunday, 25 May 2014

Kamera DSLR Nikon D800S dengan Sensor 36MP akan Diperkenalkan di Bulan Juni


Sebuah kamera DSLR penerus dari Nikon D800 kabarnya akan segera diluncurkan dalam waktu dekat. Kamera tersebut kemungkinan akan bernama Nikon D800S dan dibangun berbasiskan pada Nikon D800 atau D800E.

Belum banyak informasi yang bisa didapatkan terkait keberadaan dari kamera DSLR ini. Menurut informasi yang dikutip dari Ubergizmo, kamera Nikon D800S ini akan hadir dengan sensor 36MP. Kamera ini pun tak akan dilengkapi dengan filter low pass dan dilengkapi software yang membantu untuk mengurangi moire.

Selanjutnya, kamera ini juga akan menggunakan prosesor Nikon Expeed 4 serta layar LCD dengan resolusi yang lebih tinggi. Kamera ini juga kabarnya akan mempunyai empat titik pusat autofocus dan dilengkapi GPS. Sayangnya, pihak Nikon kemungkinan tidak akan menyematkan fitur WiFi pada kamera ini.

Untuk desain body-nya, kamera ini akan mempunyai bobot yang lebih ringan dibandingkan D800 atau D800E. Selain itu, kamera ini juga bakal dipatok dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan D800E. Sebagai informasi, D800E saat ini dijual dengan harga tak kurang dari 3200 USD.

Source

Sunday, 4 May 2014

Kamera DSLR untuk Pemula Canon EOS 1200D Resmi Hadir di Indonesia dengan Harga 5,6 Juta Rupiah

Datascript baru saja mendatangkan produk kamera DSLR Canon terbaru ke pasar tanah air. Kamera DSLR tersebut adalah Canon EOS 1200D yang merupakan sebuah produk untuk fotografer pemula dan masyarakat umum

Meski ditujukan untuk pemula, bukan berarti kamera ini tak bisa menghasilkan gambar berkualitas. Kamera Canon 1200D ini mampu menghasilkan gambar yang tajam serta efek bokeh yang bagus. Pengaturannya pun bisa dengan mudah dipahami dan tak membuat ribet para penggunanya.

Kamera ini dipasarkan dengan dilengkapi lensa kit EF-S18-55 IS II. Di bagian dalamnya, kamera DSLR terbaru ini menggunakan sensor APS-C CMOS 18MP dengan kecepatan pada mode continous speed mencapai 3fps. Selain itu kamera ini juga dilengkapi dengan prosesor DIGIC 4.

Untuk mengambil gambar pada kondisi pencahayaan kurang juga tak terlalu sulit, karena kamera ini menawarkan pengaturan ISO dari 100 hingga 6400. Anda pun bisa meningkatkannya menjadi hingga ke 12800. Lebih lanjut, terdapat 9 titik auto focus berjenis cross-type pada kamera ini.

Teknologi Al servo AF pada kamera juga membantu penangkapan objek yang bergerak. Mengenai harganya, Anda bisa mendapatkan kamera ini dengan banderol sebesar 5,65 juta rupiah.

Source

Thursday, 6 June 2013

Beberapa Masalah Pada Kamera DSLR Yang Sering Terjadi

Beberapa Masalah Pada Kamera DSLR Yang Sering Terjadi

 
Hal yang perlu diingat adalah semahal-mahalnya kamera Anda, benda tersebut tetaplah merupakan benda elektronik yang bisa saja rusak, mengalami gangguan maupun mengalami masalah tertentu. Apalagi DSLR merupakan kamera yang memiliki banyak komponen. Berikut ini kami tuliskan beberapa masalah pada kamera DSLR yang sering terjadi, sebagai bahan referensi Anda agar berhati-hati dalam menjaganya. Simak selengkapnya dibawah ini:
Kotornya sensor pada kamera DSLR
Kekotoran yang terjadi pada bagian sensor agaknya merupakan salah satu masalah yang lazim terjadi pada kamera DSLR. Sebenarnya kekotoran sensor bukan karena ada sampah atau benda lain, namun biasanya karena ada debu yang menempel. Mungkin ada yang bertanya, sensor berada pada bagian dalam antara lensa dan body, bagaimana mungkin debu bisa masuk? beberapa cara debu bisa masuk pada sensor, diantaranya debu menempel saat Anda memutar lensa untuk perbesaran dan focusing. Saat lensa berputar itulah, debu yang menempel pada lensa bisa saja tersedot jatuh ke sensor kamera. Jika tidak parah debu tidak akan mengganggu kinerja kamera serta efeknya tidak akan terlihat pada hasil foto Anda. Namun jika debu pada sensor sudah cukup ekstrim, maka nantinya akan menghasilkan gangguan pada foto Anda. Tentunnya hal ini sangat merugikan karena Anda mungkin harus ke service center untuk membersihkannya, atau akan lebih baik jika bisa membersihkan sendiri.
Kerusakan Shutter Block
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa fasilitas Shutter Block pada kamera DSLR ternyata mempunyai batasan umur. Karena batasan inilah mengapa kerusakan Shutter menjadi salah satu masalah pada kamera DSLR yang sering terjadi. Untuk DSLR kelas pemula biasanya hanya mampu bekerja maksimal sampai 50ribu kali, sedangkan kelas menengah keatas bekerja maksimal 100ribu atau lebih. Banyak kasus dimana orang kaget ketika kameranya mengalami macet pada Shutter padahal kerusakan itu lazim terjadi. Untuk memperbaikinya, Anda harus mengganti Shutter Block satu paket yang harganya bisa mencapai 500ribu hingga 1 juta, tergantung jenis kamera.
Sirkuit elektronik basah
Meskipun sudah berhati-hati, yang namanya celaka ya tetap celaka. Kejadian jatuhnya kamera DSLR kedalam air sudah sering terjadi. Dalam masalah ini, kemungkinan besar sirkuit elektronik pada kamera didalamnya sudah basah, demikian pula dengan komponen sensor serta lensa mungkin sudah terkena air. Sangat beruntung bila dalam kasus seperti ini kamera Anda dalam keadaan mati karena kerusakan bisa diatasi. Segera keluarkan baterai dan kartu memori, kemudian keringkan kamera yang akan lebih baik dengan hairdryer. Jika memang sudah tidak tertolong mungkin Anda harus segera pergi ke service center.
Lensa yang terserang jamur
Dalam forum fotografi online banyak sekali pembahasan mengenai permasalahan lensa yang terserang jamur. Bagaimanapun juga kita yang berada di daerah tropis sangat rawan akan kehadiran  jamur, karena pengganggu ini dapat berkembang biak dengan cepat lantaran tingkat kelembaban udara yg tinggi. Jamur yang menyerang lensa sangat berbahaya karena dapat memunculkan efek jelek pada foto yang Anda buat. Anda akan melihat foto seperti berkabut, jika jamur sudah sangat banyak. Untuk perbaikan jamur yang masih wajar, cukup gunakan cairan pembersih lensa khusus dan lap bersih. Namun jika sudah ekstrim kondisinya, maka segera bawa ke service center.
Kerusakan motor autofocus
Kerusakan motor autofocus merupakan salah satu masalah pada kamera DSLR yang sering terjadi. Ada beberapa hal yang memungkinkan motor autofocus rusak, diantaranya karena kamera terjatuh ke permukaan keras, terutama pada bagian lensa. Inilah penyebab utama kerusakan motor autofocus. Perlu Anda ketahui bahwa saat ini ada beberapa kamera DSLR yang mempunyai motor autofocus pada body dan lensa, ada juga yang hanya mempunyai motor pada lensa saja. Jadi, bisa saja motor pada body dan lensa rusak karena jatuh dalam keadaan terpasang.
Kerusakan tuas dan dial
Jika tidak hati-hati fitur tuas dan dial pada DSLR Anda bisa saja rusak atau macet. Memang hal tersebut sangat ringan, namun alangkah lebih baik jika Anda menjaganya. Beberapa tuas dan dial yang rawan adalah pada pengaturan Shutter Speed, Aperture, pengaturan Stabilizer serta pengaturan A/M pada lensa. Selain itu, hati-hati bila DSLR Anda layar LCD-nya bisa dilipat dan diputar.

Monday, 3 June 2013

Canon EOS 100D, Diklaim Sebagai DSLR Paling Kecil Dan Paling Ringan

Canon EOS 100D, Diklaim Sebagai DSLR Paling Kecil Dan Paling Ringan


Canon belum lama ini merilis dua buah kamera DSLR pada waktu bersamaan, Canon EOS 100D dan EOS 700D. Keduanya merupakan kamera DSLR yang menargetkan pangsa pasar entry level. Namun meski menyasar kategori entry level, jangan menganggap remeh perangkat dari Canon ini. Salah satu dari keduanya, Canon 100D, merupakan kamera DSLR paling ringan dan paling kecil dari kamera DSLR yang pernah ada.
Canon menggarap EOS 100D ini sedikit lebih unik dari kamera DSLR lainnya. Perusahaan teknologi fotografi dari jepang ini menggarap Canon 100D mereka dengan teknologi yang lumayan keren, dipadu sedemikian rupa hingga memiliki berat dan ukuran yang jauh lebih unggul dibandingkan para pesaingnya. Namun bagaimana dengan spesifikasinya sendiri?
Canon EOS 100D ini disebut-sebut telah menggunakan kamera dengan sensor 18 MP Hybrid AF APS-C CMOS yang memiliki kemampuan pengambilan gambar antar ISO 100-12.800, dan dapat diextend hingga ISO 25.600. Untuk perekaman videonya, kamera buatan Canon ini mampu merekam gerak hingga ISO 6.400, dan dapat diextend hingga ISO 12.800. Memang kemampuan ini bukanlah kemampuan kamera DSLR yang terbaik. Akan tetapi apabila kemampuan pengambilan gambar sebaik ini dipasangkan pada ukuran paling kecil dan paling ringan untuk sebuah kamera DSLR, tentu akan menjadi hal yang menarik sekaligus membuat para penikmat teknologi bertanya-tanya dalam hati.
Canon 100D juga telah menggunakan layar dengan ukuran 3 inci pada bagian belakangnya, untuk menampilkan segala informasi yang berkaitan dengan kamera sekaligus sebagai papan intip ketika kamera digunakan.
Ada dua fitur yang lumayan keren pada Canon 100D ini. Kamera kecil super ringan ini memiliki prosesor DIGIC 5. Dengan posesor DIGIC 5, kamera terbaru buatan Canon ini mampu untuk mengambil gambar dengan kecepatan 4 gambar per detik menggunakan mode burst. Fitur unggulan kedua adalah kemampuan perekaman video yang memiliki resolusi full HD (1080p)dengan kekuatan 30 fps, dengan auto fokus yang tetap berlanjut terus.
Segala kelebihan pada kamera yang satu ini memiliki ukuran spesifik sebesar 116,8 x 90,7 x 69,4mm, dengan berat yang Cuma 407 gram jika lensanya dilepas. Ukuran ini jelas jauh lebih ringan dan lebih kecil dibandingkan dengan kamera DSLR pada umumnya. Dari keluarga EOS sendiri, kamera 100D ini memang memiliki predikat kamera DSLR paling kecil dan paling ringan yang pernah diciptakan oleh Canon. Dibandingkan salah satu saudaranya, EOS 650D, Canon 100D ini memiliki ukuran 25% lebih kecil dan bobot 28% lebih ringan.
Satu lagi kamera yang dirilis canon bersamaan dengan Canon EOS 100D adalah EOS 700D. kamera yang satu ini memiliki ukuran lebih besar dan lebih berat. Meskipun prosesornya sama-sama DIGIC 5, namun mode burst pada kamera yang satu ini "hanya” menunjang pengambilan gambar dengan kecepatan 5 frame per detik.
Sementara itu, dari ukuran kameranya, EOS 700D ini sama dengan EOS 100D. Dengan sensor kamera 18 megapiksel Hybrid AF APS-C CMOS, kedua perangkat ini sama persis. Dengan hardware yang hampir sama, tentu saja kemampuannya juga identik. Kamera 700D ini kabarnya juga mampu menakukan berbagai hal seperti yang dapat dilakukan oleh saudaranya, Canon 100D. Fitur-fitur yang sama antara lain mode pengambilan gambar antara ISO 100-12.800 dan dapat diperluas hingga ISO 25.600. Selain mode pengambilan gambar yang serupa, fitur perekam videonya juga mempunyai kualitas yang sama. Resolusi yang didukung adalah 1080p full HD, dengan ISO sampai 6.400 dan dapat diperluas sampai dengan ISO 12.800.
Salah satu yang menyebabkan Canon EOS 700D lebih unggul dari saudaranya yang lahir bersamaan, Canon EOS 100D, adalah layar yang digunakan untuk masing-masing perangkat.Pada EOS 700D, layar ini dapat diputat 360. Dari sisi harga, keduanya menawarkan banderol yang tidak terlalu besar, hanya sekitar US$ 800 untuk EOS 100D dan US$ 900 untuk EOS 700D

Friday, 31 May 2013

Ini Kelemahan dan Kekurangan Lensa Kit DSLR

Ini Kelemahan dan Kekurangan Lensa Kit DSLR


Lensa kit adalah salah satu lensa yang cukup populer dan banyak digunakan pengguna kamera DSLR. Hal ini lantaran lensa ini biasa dijual satu paket dengan produk kamera dan sepertinya sangat efektif untuk belajar fotografi bagi pemula. Karena merupaka lensa bawaan, ada banyak kelemahan dan kekurangan meskipun itu bisa diminimalisir.
Dengan adanya kekurangan lensa kit yang sangat mencolok, akhirnya banyak fotografer yang meremehkan lensa ini sehingga kebanyakan sudah melakukan upgrade dengan lensa yang kualitas dan spesifikasinya lebih baik. Namun sebenarnya juga ada kelebihannya, terutama pada harga. Selain itu, lensa ini juga bisa dimaksimalkan penggunaannya karena lensa ini bisa dipakai sebagai Tele pendek maupun wide angle. Pada produk DSLR Nikon, lensa ini umumnya berukuran 18-55mm meskipun ada juga kit dengan ukuran 18-105mm.
Untuk ukuran 18-55mm biasanya tersedia satu paket dengan DSLR Nikon kelas entry level hingga menengah, contohnya Nikon D3000, D5100, D40, dan lain-lain. Sedangkan lensa 18-105mm biasa dijual satu paket dengan DSLR Nikon kelas menengah hingga kelas pro, contohnya pada Nikon D90, D7000, D7100, D300S dan lain-lain. Sedangkan untuk produk DSLR Canon, lensa yang tersedia memang lebih variatif dalam hal ukuran, di antaranya adalah 18-55mm, 18-135mm, 17-85mm, 15-85mm, dan 24-105mm dengan spesifikasi berbeda. Menggunakan lensa kit bukan berarti Anda akan menghasilkan foto yang buruk, karena perangkat ini bisa dimaksimalkan.
Focal Length terbatas
Dalam sebuah kebun binatang, ada seekor Harimau dalam kandang. Jarak antara kandang Harimau dengan batas pengunjung sekitar 10 meter, di sini Anda ingin memotret Harimau tersebut secaraclose-up dengan menggunakan lensa 18-55mm. Mungkin dalam situasi ini Anda akan mengalami kesulitan karena Focal Length lensa yang sangat terbatas. Lain halnya jika Anda menggunakan lensa jenis lain, terutama Tele dengan contoh ukuran 55-200mm atau mungkin 70-300mm.
Kualitas body yang kurang kokoh
Lensa umumnya dirancang dengan ukuran yang cukup kecil dan simple, sayangnya kerampingan ukuran tidak dibarengi dengan kualitas bahannya. Saat ini banyak lensa yang hanya dibuat dengan bahan plastik dan karet yang bisa melar. Berbeda jika Anda menggunakan lensa yang lebih mahal karena biasanya dibuat dengan bodi serta mounting yang dilapisi dari bahan logam serta bisa digunakan di cuaca buruk sekalipun.
Sistem Autofocus yang berisik
Ada banyak rekan-rekan fotografer pemula yang mengeluhkan akan bunyi Autofocus pada lensa ini. Bunyi tersebut biasanya dapat muncul ketika lensa ini digunakan untuk memotret objek yang rumit dan Autofocus berusaha keras mencari subjek dengan tepat.
Keterbatasan untuk memotret makro
Memang lensa ini tidak dirancang khusus untuk pemotretan makro, meskipun banyak juga rekan-rekan fotografer yang menggunakannya untuk memotret benda-benda kecil. Untuk kualitas Anda jangan berharap banyak, terutama dari ketajaman yang dihasilkan dan inilah salah satu kekurangannya. Selain itu, terkadang sistem Autofocus pada lensa ini kesulitan jika memotret benda kecil. Lebih buruk lagi Autofocus pada lensa ini tidak dapat melakukan fokus bahkan ini berdampak pada tombol shutter yang tidak mampu melakukan release. Jika ingin memotret makro, mungkin Anda harus mengganti dengan lensa makro khusus atau bisa menggunakan lensa prime(fixed) yang mampu menghasilkan gambar lebih tajam.
Aperture terbatas
Salah satu kekurangan yang paling utama, yakni pada bukaan atau Aperture. Khalayak ramai sudah memahami bahwa lensa ini adalah lensa yang lambat, sehingga tidak memiliki aperturemaksimal yang lebar. Mengapa demikian? Sederhana saja, karena semakin lebar Aperture maksimal maka harus didukung dengan semakin besarnya bodi lensa. Anda bisa mencoba, saat melakukan perbesaran maksimal focal length hingga 55mm, maka biasanya Aperture pada lensa ini hanya sampai angka f5.6. Angka Aperture bisa didapatkan maksimal hingga f3.5 jika Anda hanya menggunakan focal length 18mm.
Kurangnya perangkat tambahan Lens Hood
Body lensa jika diperhatikan memang sangat sederhana saja, salah satu hal yang membuatnya terlihat simple adalah tidak adanya perangkat tambahan Lens Hood kecuali lensa berukuran 18-105 pada Nikon. Tampaknya inilah yang juga menjadi kekurangan lensa ini karena sebenarnya Lens Hood mempunyai banyak kegunaan seperti membatasi cahaya liar yang masuk serta melindungi ujung lensa dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kenali dan Ketahui Tambahan Mode Kamera DSLR dan Kamera Pocket

Kenali dan Ketahui Tambahan Mode Kamera DSLR dan Kamera Pocket


Lihat pada kamera DSLR Anda bagian atas, dan lihat lingkaran yang dapat dipindah-pindah posisinya. Utamanya ada mode yang dilambangkan A, S, Auto, M dan P, itu merupakan mode utama. Namun selain mode itu tersebut ada beberapa mode lain yang biasanya dilambangkan bukan dengan huruf, melainkan gambar. Itulah yang disebut tambahan mode kamera DSLR, dan umumnya juga terdapat pada kamera digital poket, prosumer maupun mirrorless. Tambahan mode kamera tersebut agaknya memang dibuat bagi fotografer pemula yang bingung menentukan berbagai nilai bukaan dan kecepatan rana. Berikut ini kami tuliskan selengkapnya tentang tambahan mode kamera DSLR dan poket:
Mode Sport
Salah satu mode tambahan pada Kamera DSLR dan juga terdapat pada kamera poket. Biasanya mode Sport lambangkan dengan sebuah gambar ikon siluet kecil orang yang sedang berlari. Karena disebut mode Sport, tentunya opsi ini khusus dipakai jika Anda sedang memotret event olahraga. Selain itu, cocok juga digunakan untuk memotret benda-benda lain yang bergerak cepat pada area dengan cahaya cukup seperti mobil yang berjalan, kucing berlari, dan lain-lain. Mode Sport secara otomatis memerintahkan kamera untuk menaikan angka Shutter Speed sehingga dapat membekukan gerakan. Bila cahaya memang kurang, ISO akan naik atau jika belum memenuhi maka flash bisa digunakan.
Mode Portrait
Salah satu mode yang cukup populer digunakan, dan selalu ada pada setiap jenis kamera.  Biasanya Mode Portrait dilambangkan dengan sebuah gambar ikon siluet kecil kepala wanita. Mode ini sangat cocok dipakai untuk memotret close-up wajah sesorang. Secara otomatis bila menggunakan ini, kamera akan mengatur kedalaman ruang se-sempit mungkin, yakni dengan angka Aperture yang kecil atau bahkan terkecil. Dengan demikian obyek yang di foto akan terisolasi dari background, sehingga ruang fokus hanya berada pada subyek orang saja, sedangkan background terlihat kabur. Uniknya Mode Portrait juga mampu mendeteksi wajah manusia.
Mode Landscape
Mode kamera DSLR dan poket yang berikutnya adalah Mode Landscape, juga sangat populer digunakan. Biasanya Mode Landscape ini dilambangkan dengan sebuah gambar ikon siluet kecil gunang berundak. Karena khusus digunakan untuk Landscape, maka Mode ini cocok dipakai untuk memotret pemandangan, pegunungan, pantai dan lain-lain. Teknisnya adalah kebalikan dengan Mode Portrait, dimana kamera akan mengatur angka Aperture sebesar mungkin agar mendapatkan kedalaman ruang yang lebar. Alhasil jika menggunakan Mode ini, foto akan tajam pada setiap sisi.
Mode Night
Mode kamera DSLR dan poket yang keempat adalah Mode Night atau Mode malam. Biasanya dilambangkan dengan sebuah ikon siluet kecil kecil bergambar bintang dan bulan. Pastinya Anda bisa menebaknya, Mode ini khusus digunakan untuk pemotretan pada malah hari dimana cahaya sangat minim. Secara teknis, jika menggunakan Mode Night kamera akan menaikkan ISO secara otomatis agar dalam kondisi remang-remang sensor masih mampu menangkap cahaya dengan baik. selain itu, mode ini juga berupaya untuk membuat shutter speed lebih lama sehingga gambar tidak terlalu kabur atau jika masih kurang biasanya secara otomotis flash akan ikut menyala. Mode Night cocok dipakai saat pesta malam hari atau memotret jalanan malam.
Mode Macro
Mode Macro adalah salah satu mode yang selalu ada pada kamera DSLR dan poket. Biasanya dilambangkan dengan sebuah ikon siluet kecil bergambar bunga. Meskipun dilambangkan gambar bunga, bukan berarti Mode ini khusus untuk memotret bunga. Mode Macro dapat dipakai untuk memotret berbagai benda yang ukurannya kecil dan tentunya dengan jarak dekat sehingga menghasilkan foto close-up. Anda bisa menggunakan Mode Macro untuk memotret bunga, serangga, dan mainan kecil.
Mode Flash
Salah satu Mode yang ada pada kamera DSLR dan berbagai jenis kamera lainnya. Mode flash biasanya dilambangkan dengan sebuah ikon siluet kecil bergambar petir atau seperti lambang listrik. Mode Flash sangat sederhana karena hanya memunculkan pop-up flash pada DSLR atau dengan otomatis menyalakan flash pada body kamera poket. Mode ini dapat digunakan pada area yang kondisi cahayanya minim atau bahkan sangat gelap.
Demikian ulasan beberapa tambahan Mode kamera DSLR dan kamera poket. Ada beberapa Mode lain tergantung produk kamera masing-masing, namun umumnya yang ada adalah Mode-mode diatas.

Sunday, 26 May 2013

Mengenal & Memahami Berbagai Mode Kamera DSLR

Mengenal & Memahami Berbagai Mode Kamera DSLR


Bagi Anda yang baru atau masih pemula di dunia fotografi, mungkin agak kesulitan dalam memahami mode kamera. Anda tidak akan mengalami kesulitan bararti jika hanya menggunakan kamera digital poket biasa karena umumnya tidak tersedia berbagai macam mode. Namun lain halnya jika menggunakan DSLR, di mana ada berbagai mode yang mempunyai fungsi dan kegunaan masing-masing. Disinilah pentingnya mengenal dan memahami berbagai mode kamera DSLR.
Lihat bagian atas kamera DSLR Anda dan perhatikan ada lingkaran yang bisa digerakkan serta di dalamnya terdapat berbagai singkatan huruf dan lambang. Umumnya kamera DSLR memiliki sekitar kurang lebih 10 mode pemotretan dan perekaman video bila mendukung, atau bahkan ada yang mencapai 20 mode, tergantung dari produk kamera tersebut. Dan mode-mode terutama dalam DSLR diantaranya adalah Manual, Aperture Priority, Shutter Prioroty, Program Priority, dan Auto. Berikut ini adalah berbagai macam mode kamera DSLR yang perlu Anda ketahui.